INDOLINE.ID, JAMBI — Wali Kota Jambi Maulana memimpin langsung Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/1) di Aula Bappeda Kota Jambi. Rapat ini menjadi langkah strategis mempercepat implementasi program nasional tersebut di Kota Jambi.
Menurut Maulana, rakor ini mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Badan Gizi Nasional melalui koordinator wilayah, SPPI, SPPG, mitra investor, hingga distributor bahan pokok. “Program MBG ini membutuhkan orkestrasi kerja sama yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap SPPG melibatkan sekitar 47 karyawan sehingga program ini turut mendorong perputaran ekonomi lokal. Namun, tantangan ketersediaan bahan pokok yang berpotensi memicu inflasi menjadi perhatian serius.
Pembahasan standar operasional prosedur (SOP) juga menjadi fokus. Maulana menilai filosofi pelaksanaan MBG perlu disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, bahkan membuka peluang kearifan lokal Jambi menjadi rujukan kebijakan nasional.
Pemkot menargetkan pada Juni 2026 seluruh dapur MBG beroperasi penuh. Dari 38 dapur aktif saat ini, jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 74 dapur, dengan penerima manfaat naik dari 94.000 menjadi 274.000 orang, termasuk anak sekolah dan ibu hamil.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Elviana, turut hadir dan menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemkot Jambi tersebut.
















Discussion about this post